Jemuran

percayakah engkau jika kami bilang tak pernah menjemur baju? pakaian kami kering sendiri tanpa sempat kami gantung di tali matahari. hari-hari yang panas di kepala kami, juga di pekarangan dada kami, menjadikan halaman samping rumah kami sepi dari lambaian celana atau kaus kaki.

kadang ada pula kami mengeringkan sprei tilam kami atau selimut yang baru kami cuci, dari peluh yang deras akibat keluh atau tetes lenguh yang kami peras tadi subuh. juga di sepanjang bentang temali itu, kami gantung pula rindu kami masing-masing yang basah melulu, sebagaimana sering kami gantung kata-kata dalam puisi kami agar mengering seperti daun bambu: bumbu sambal sajak teman makan kami sehari-hari.

percayakah engkau?

2 Replies

  1. tsp ke andi Reply

    wah, pembacaan yang teliti dan menarik, Andi. thanx..

  2. andi t Reply

    frasa ‘tadi subuh’ menurut saya (yg sok tahu ini)mempersempit makna kalimat yg dibentuknya, bahkan menjadi kontra dengan kata ‘kadang’. hehehe kata saya sih… (jangan didengar…)

    percayakah engkau?
    percaya deh…. makanya bau matahari…

Reply