Kakus

kami tak percaya pada najis, sebab kami tidak membuang limbah, hanya mengembalikannya ke tanah. di sini setiap pagi, kami menjadi pintu bagi yang tiba di lembar lidah hendak pulang ke hulu tanah. kami yang tiap hari memburu waktu, tiap pagi terduduk di lubang itu.

kami tak membuang limbah, hanya mengembalikannya ke tanah. dan lubang di kamar yang pepat ini, selalu mengulang-ulang petuah: ke sana pula kau pulang, kelak di akhir hayat.

Dimuat di Kompas Minggu, 15 Juni 2008

5 Replies

  1. andi t Reply

    Ts itu … tukang sihir, coba baca puisi2nya, serasa disihir. kata kabar burung dia itu orangnya teguh pendirian dan setia (ka)wan.hehehe

  2. TSP ke airfree Reply

    TS bukan Tulus, nanti Om Tulus bisa marah kalau namanya kupakai. Hehehe… TS itu singkatan "Terlalu Sexxxy.." hehehe…

  3. airfree Reply

    dust to dust, ash to ash..gitu ya om kaitannya.
    Btw, TS itu kepanjangan Tulus ya OM? CMIIW

  4. andi t Reply

    yang buang limbah, makannya juga limbah hehehe

Reply