Patio

seperti pulau, biarlah di dalam rumah kami menggenang danau. sedikit ikan merah jingga dan teratai yang geming tenang, atau rumpun semanggi yang terambang. akan kami letakkan pula seonggok batuan karang dan kerakal dari sungai ingatan kami. meski kami ini pelupa, sesekali kami suka memfosilkan rindu dan air mata, tersimpan di relung batu dan kalbu kata-kata.

di danau di tengah rumah kami itu, kami menyimpan wangi ratus dan aroma kembang harummalam, juga desir air yang meniru deras darah di pembuluh tubuh kami. kadang-kadang, mimpi-mimpi kami suka bersampan di situ, memancing ikan-ikan merah jingga, hingga malaikat subuh menculik mereka kembali. membawa juga doa-doa sepanjang malam, ritual kami.

Dimuat di Kompas Minggu, 15 Juni 2008

Reply