115. Penyair Tak Mencipta Sajak

TERGANGGUKAH engkau oleh keningmu yang mengernyit membaca judul sketsa ini, o Penyairku? Mudah-mudahan demikian adanya sebab ini juga menggangguku juga belakangan ini. Aku mulai ragu apakah aku, atau penyair siapa saja, sungguh-sungguh menciptakan sajak-sajak. Setiap kali kubaca sajak-sajakku sendiri, sering kali aku jumpai frasa atau larik yang asing, yang tak kukenal, yang bukan milikku. Bukan, aku tidak sedang bicara mengenai pengaruh penyair lain dalam sajak. Ini harus buru-buru aku katakan sebelum engkau salah mengerti. Yang kumaksud adalah larik atau frasa-frasa “asing” yang memang kutuliskan dalam sajakku, tetapi seolah-olah bukan aku yang menuliskannya. Seolah-olah, setelah kubaca kembali frasa-frasa itu, ada oknum lain yang menuliskannya melalui tanganku. Jangan-jangan selama ini aku tak pernah benar-benar mencipta sajak. Aku curiga, Penyairku sayang, bahwa setiap penyair mengalami hal ini.

Jika benar ini dialami setiap, atau sebagian besar penyair, maka aku curiga yang dimaksud pengaruh penyair lain dalam sajak seseorang itu sesungguhnya hanya pada tataran kriya bahasa semata. Tidakkah mungkin (demikian aku menduga!) bahwa semua penyair, entah yang belakangan maupun yang terdahulu itu terpengaruh oleh satu sumber pengaruh yang sama? Alih-alih seorang penyair terpengaruhi oleh penyair lain, tidakkah mungkin penyair-penyair itu pada saat yang sama maupun berbeda terpengaruhi oleh “bisikan” yang sama?

Maka, mulailah aku menduga-duga, Penyairku, bahwa sesungguhnya penyair (mungkin juga para seniman dari jalan yang lain, tapi di sketsa ini baiklah aku khususkan pada penyair saja) tidak pernah menciptakan sajak. Ia hanya menyadur. Menyadur! Aku menduga, penyair hanya menyadur, menuliskan dan mereka-reka ulang apa yang mereka dengar dari bisikan semesta, oknum rahasia yang suka menitipkan frasa-frasa atau larik-larik “ajaib” yang seolah-olah begitu saja nongol dalam sajak. Ah, Penyairku, mungkin kau akan lagi-lagi bilang ini okultisme, klenik, supernatural. Kubilang, inilah puisi!

Please follow and like us:

2 Replies

  1. IBS Reply

    yup, kadang juga terasa seperti itu.

Reply