Cincin

kami kenakan cincin di jari sebagai angka nol mencacah deret bilangan di dahi. lingkaran sederhana, tanpa ulir tanpa pangkal-ujung berputus. lingkar doa nafas yang terus kami hirup dan hembus. cincin di jemari kami tak bermata sebab kami tak ingin silau rupa dunia, sebab kami menduga cinta berdiam di dalam pejam dan degup di dalam dada. cincin kami polos tak berukir. biarlah nanti terarsir oleh waktu, grafir nama kami yang menyatu dengan gurat luka oleh bebatuan sepanjang arus tawa dan mantra dan tangis dan zikir. sepanjang sungai penuh riam dan jeram, seribu tualang seribu ancam.

sedangkan rakit kami hanya seutas janji. melingkar di jemari kami.

Reply