Mandi

setiap pagi kami mencuci badan kami dari kata-kata dari puisi. dengan sabun antiseptik dan tidak lupa menggosok pipi. kami baca mantra dalam hati, lunturkan segala puja-puji dari jiwaraga kami, lunturkan juga segala penyakit hati seperti kecanduan puisi. kami pun mencuci rambut di seluruh tubuh kami, di kepala di ketiak di kelamin di tangan di kaki. juga rambut di jantung dan paru-paru di lambung di ginjal di hati.

setiap senja kami mencuci badan kami dari debu prosa dan kisah-kisah seharian. kami ingin memasuki malam dengan bersih dan suci agar segala teluh dan tulah enggan menghampiri. kadang kami sajikan puisi dan ratus wangi di kamar mandi agar uapnya merasuki pori-pori dan mencuci segala yang luput dari mata kami.

kami mandi dua kali sehari. tiga jika cuaca menghendaki. ah, andai saja setiap luka waktu dan kenangan dapat dicuci dengan sabun batangan. kata para nabi, yang palsu maupun asli, TUHAN mencintai orang-orang yang mandi!

Reply