Melangkah

sejak dilahirkan kami sudah pintar berjalan, melangkahkan kaki-kaki kami sendiri. melangkahkan nasib kami setapak-setapak. kami melangkah dengan tangisan, dengan lutut, dengan sikut, dengan terjungkal, dengan terpingkal-pingkal. kami melangkah dengan rambut yang tumbuh memanjang, dengan rambut yang terpangkas, dengan luka pisau cukur di tepian dagu. kami melangkah dengan ragu, dengan gegas. lamban. lekas. tatih. jingkat. lenting. geser. gesit. gontai. kami melangkah sejak kami dilahirkan oleh kidung. bapa kami yang mengandung. ibu kami menjadi saksi mencatat waktu tempuh kami dengan stopwatch. stop! watch! WATCH OUT!

kami tak bisa berhenti. hanya melambat sesekali, tak pernah berhenti. kami memahami kami dilahirkan untuk melangkah berulang-ulang kali. itulah suratan yang termaktub dalam rajah di pusar kami. kami terus melangkah, dengan atau tanpa kaki.

watch out!
watch!
OUT!

Reply