Melupa

katakanlah kami ini pengingat yang buruk. kalender kami tak bertanda di angka-angkanya sebab kami tak mau lembarnya cepat habis lalu kami harus buru-buru mengganti dengan yang baru. kami terlalu lemah membawa setiap yang lalu dalam duffel bag tua yang mulai layu. kadang-kadang yang silam itu kami tinggalkan sebagai anak pohon, kami tanam di tepi jalan. kadang kami biarkan saja membatu, jadi pengganggu sepatu para peragu. mungkin kami belum pikun, mungkin kami hanya terlalu gemar melamun. maka pandangan kami seolah merabun. kami bukan pula pencatat yang teliti, sebab jemari kami terlalu sibuk membetulkan peniti yang menahan sobek hati kami di sana-sini (mungkin kami perlu menjahitnya kelak, jika kami sudah dapat mengistirahkan kaki).

kami rasa, ingatan kami memang pendek, tak cukup panjang untuk mengikat peristiwa-peristiwa yang penting dan layak dicatat. kami hanya mampu mengingat yang sungguh-sungguh dekat. seperti bekas ciuman yang tak pernah bisa kami hapuskan: aromanya ngotot melekat.

Reply