116. Fakta dan Fiksi Puisi

ADA yang bertanya padaku, Penyairku, apakah puisi itu fiksi apakah ia fakta. Aku bilang, puisi di luar fakta dan fiksi. Puisi memiliki kedua-dua unsur itu, fakta dan fiksi sekaligus. Puisi bisa saja disebut fiksi atau fakta atau fakta dan fiksi sekaligus atau bukan keduanya.

Kurasa, jika fakta dan fiksi ingin disediakan sebagai tempat kedudukan puisi, maka puisi duduk di luar kedua tempat itu. Puisi MELAMPAUI fakta dan fiksi, ia sudah melewatinya, jadi janganlah ia disuruh mundur untuk memilih antara keduanya. Jika fakta dan fiksi adalah dosa dan pahala, halal dan haram, realitas dan mimpi, atau hitam dan putih, maka puisi ada di luar itu semua.

Fakta dan fiksi adalah urusan “syariat”. Puisi ada di luar itu.

Reply