Basuh

terlalu banyak yang kami sentuh sepanjang hari. segala yang bersih dan kotor. yang lembut yang kasar yang lunak yang keras. kami menyentuh segala benda dan sifat, segala kata dan kalimat. kami suka jika tangan kami kotor bersimbah sampah. kami melumat lempung dan tanah mencoba menciptakan setetes embun. embun yang kelak kami tadah di tempayan gerabah kami, lalu kami siramkan ke tubuh kami. kami belajar bersuci dengan air dan tanah. dua dunia yang menubuhkan diri kami. begitulah awal-muasal kerinduan kami pada lumpur tanah yang meluluri tangan kami, dan kerinduan untuk membasuhnya suci kembali dengan air yang kami ternakkan dari tetes embun, yang kami ciptakan dari tanah liat sebelum jatuh daun subuh.

terlalu banyak yang kami sentuh sepanjang hari, sepanjang tubuh kami sendiri. dan debu yang terhimpun sepanjang perjalanan itu, kami basuh dengan tampungan zikir embun yang menetes semalaman.

Reply