Belajar

kami mengawali setiap jam belajar kami dengan niat. seperti setiap kali sembahyang dimulai, kami nyalakan dupa wangi aroma limau untuk membasuh hidung kami yang mulai terbiasa dengan sengau, mampat oleh keringat dan limbah birahi. kami harus membersihkan hidung kami sebelum kami hirup ajaran hidup yang menyatu dalam nafas kami, nafsu yang kami cinta sekaligus benci. lalu kami mulai membuka buku selembar setiap kali, kami hisap aromanya, aksara demi aksara, kata demi kata, cerita demi cerita.

kami belajar dari kisah-kisah ajaib, kitab-kitab sihir yang disembah para pertapa. dari dongeng-dongeng itu kami belajar tentang bagaimana menyalakan api dengan kata sakti, bagaimana menyulap air menjadi selembar sari. kami belajar berdendang dan menari. menendang, menarik, menjambak, mencabik. kami belajar memahat, melukis, memeluk, meremuk. kami belajar menjadi tolol seperti seonggok kuarsa yang menganggap dirinya botol. kami mengawali setiap jam belajar kami dengan niat. dengan khidmat.

dan mengakhirinya dengan mengunci pintu kamar kami.

Reply