Bulan Kepiting, Tahun Api

bulan kepiting mengetam rumput usia kami. tahun api yang terus membakar membuat kami kehabisan minyak untuk kompor di dapur kami. bahkan arang legam di tungku terakota merebut hitam dari rambut kepala kami. tinggal uban yang membutirkan beban sehari-hari sebagaimana kami coba menuliskannya dalam puisi. bulan kepiting yang merah kering, matang tanpa kuah. tahun api yang menyalak nyaring, nyala tanpa lelah. kami kehabisan waktu untuk menunggu hujan datang, sedangkan atap rumah kami belum lagi terpasang.

di bulan kepiting, tahun api. kami kehabisan usia, kehilangan hitam di rambut kami.

Reply