Kekal

berkali-kali di batas waktu kami terjungkal. berkali-kali kami terbang ke awan yang menggantung di puncak rambut kami. berkali-kali pula kami menyelam di palung ingatan.

berkali-kali kami mencari pintu lemari di mana kami simpan segala yang abadi. berkali-kali kami gagal sebab tipuan waktu setiap kali membuat telapak kaki kami gawal, resiko yang kami tahu sejak awal. berkali-kali kami tercebur kembali ke kubang lumpur sawah, lalu tumbuh kembali sebagai kecambah. kami terkutuk oleh kala, tak bisa mati sebab usia kami tak pernah habis, selalu bertambah. “hore! mari kita rayakan!” lalu, kami selalu limbung tertimpa lupa.

kami tahu kami makhluk yang kekal. kami hanya lupa di mana menaruh kunci pagar.

Reply