Koyak

seperti lembaran danau yang kilau teriris lunas kayak yang pisau, kami koyak oleh alunan lirik yang menebar pukau. seperti bungkus kado ulang tahun atau kerudung plastik brokoli yang baru saja kami beli di toko, teriris, tergunting, terpotong dengan rapi saat kami punya cukup kesempatan. kami koyak oleh alunan lirik yang menebar pukau, seperti kami mengoyak, merobek, mencabik, saat kami tak mampu menunggu.

mungkin kami kelak perlu mengoyak dada atau kepala kami, saat kami tak mampu menanti mimpi dan hasrat kami menjadi; seperti kami koyak kanvas saat kuas kami tak mampu melukis warna-warni lidah kami.

Reply