Memijat

kami memohon sang raja kegaiban merasuki ujung jemari tangan kami. dengan getarnya yang lembut kami mengusir nafas kami yang merah warnanya agar kembali benderang hijau. puncak jemari kami memusar di simpang-simpang syaraf dan pembuluh, menambah yang kurang, mengurai yang berlebih. begitulah kami memijat buhul-buhul kelelahan akibat perjalanan kami yang tegang dan gegas. kami memijat seperti kami mencubit biji-biji tasbih di rantai doa. kami pijatkan juga doa-doa kami, kami panjatkan ampunan dan tobat kami atas waktu yang tersia-sia, atas kepongahan kami yang membusa. kami memijat dengan sabar dan rela. memijah telur-telur keringat yang mengembun dengan ikhlas.

kepala yang ketat, leher yang penat, kami urai dengan tiga lingkaran pijat. punggung yang tak tegak, pinggang yang salah letak, kami hangatkan dengan getar pucuk telunjuk atau pusar ibu jari yang gemuk. kami memijat dengan sabar dan rela. sesabar nafas yang kami hela. sabar dan rela.

Reply