Meneliti

entah karena sifat kami yang ceroboh atau karena bakat kami yang kurang subur, kami tak pernah benar-benar cermat mengurai hal-hal. mengurai apa saja yang menggumpal. kekecewaan, kebekuan, ketakutan yang akut. semua bisa tiba-tiba menjadi enigma yang menuntut formula sakti, misteri yang merengek minta kunci. baiklah, kami rasa kami harus memulai belajar menelisik seluk lekuk, mengurai syarat dan rukun, hukum-hukum yang mengatur nafas semua makhluk. kami rasa kami harus mempelajari jurus-jurus yang tertib. singkatnya, kami sedang tergoda menjadi ilmuwan. seperti alkemis yang tersihir oleh ramu-ramuan untuk menjerat ruh batu-batuan, kami pun terobsesi oleh pukau tanda tanya dan titik koma di mana sembunyi sperma sabda, muasal semesta.

entah karena sifat kami yang kurang teliti atau karena darah kami kurang bersih, kami tak pernah sampai ke simpul. sejak hipotesa kami jilid dalam paperclip, kami tak bisa lagi beranjak. di tanda kutip kami selalu terjebak, terjungkal dalam kurawal di kepala kami yang dangkal.

Reply