Penat

kami perlu juga istirahat setiap usai satu lingkar almanak. mengurai jerat urusan yang sulurnya kian rapat setiap saat, mengendapkan penat yang mengganjal sendi-sendi di tungkai kami. meredakan waktu yang terbahak tiap kali kami mengumpat oleh bidikan yang luput atau buruan yang limpat.

kami perlu juga menggulung pukat kami setiap enam kali lingkaran bulan, agar musim kembali memijahkan ikan. dan kami punya tempo merebahkan badan, atau mandi bersampo membilas letih lautan dari sela-sela rambut kami yang uban. kami perlu saat sejenak bagi kami mengakrabi penat. agar kami mengerti bagaimana berterima kasih pada sawah dan laut, ladang dan danau, sungai dan selat. dari setiap ruas tubuh kami yang penat, kami belajar bersyukur sepenuh kalimat.

Reply