Rebus

semenjak kami trauma dengan minyak, kami mulai gemar merebus. kami mulai merebus apa saja. beras, jagung, ubi. tulang, daging, hati. kami mulai merebus sayur, rempah, air. batu, tanah, pasir. kami merebus apa yang keras dan pejal, agar menjadi lunak dan kenyal. kami juga belajar merebus kata-kata kami agar matang dan ranum, merebus mimpi-mimpi kami menjadi puisi, merebus dada-dada kami menjadi lautan, kepala-kepala kami menjadi kaldera, dan matahari kami menjadi mata air.

lama-lama kami ingin pula merebus kitab-kitab kami, menjadi bubur kertas, lalu kami cetak menjadi topeng dengan wajah kami sendiri. mungkin kelak akan sampai pula waktunya, kami merebus diri kami sendiri, menebus segala yang terberi dan tak mampu kami bayar kembali.

Reply