Terbang

kadang kami menjadi angsa laut, terbang jauh setiap musim membeku, mencari belahan bumi yang menghadap matahari. terbang kami tinggi, bila terjatuh kami pun mati, lalu terbang lagi. terbang lebih tinggi, menjadi puisi, malaikat, atau penjelajah mimpi.

kadang kami menjadi kolibri atau capung, terbang diam mengapung. hinggap di ranting angin, melayang hanyut di arus ingin. kepak kami kadang cepat dan menyilaukan, seperti baling yang cepat kitirnya sampai tak kelihatan. begitu pula hasrat kami pada langit yang tinggi, begitu kuat dan melenakan. kami terbang, terbang. naik, naik. tinggi, tinggi.

ternyata, siapa saja yang terbang dalam puisi, tak pernah turun kembali.

Reply