Gerbang Nirbaya*

— in memoriam: HB IX

ijinkanlah kami belajar dari pintu belakang, paduka, dari sisa-sisa kisah yang debunya menempel di dinding setebal depa. ijinkanlah kami melarung suka-duka sejarah paduka bersama sedih-pedih negeri kami, negeri paduka jua. kami ingin menumpang kereta yang lewat di gerbang ini, gerbang di mana marabahaya telah tiada. inikah gerbang garba tempat paduka dilahirkan sebagai gurudewa, kepundan kepala tempat paduka melepas sukma? ijinkanlah paduka, kami memuja haru-sendu nasib kami, bersama langkah kuda-kuda sembrani yang menarik keretamu, sebab kami tak ingin memuja kuburmu, sebab kami ingin mengadukan kemerdekaan kami yang berdebu pada kisah kejayaanmu yang langu oleh bau darah dan mesiu.

ijinkanlah kami belajar dari perjalananmu yang syahdu, melewati pintu batu yang tebal bisu yang hanya tahu parade layu ragamu. ijinkanlah kami belajar dari kealpaan kami pada masa lalu, dari iring-iringan jelata yang tunduk dagu. kecintaankah itu yang jatuh kelu di ujung bibir yang getar, ataukah kehilangan yang menghisap udara dalam paru?

gerbang ini pasti tahu, apa yang hilang dari kitab babad negeri yang lupa yang luka. negeri yang malu yang pilu.

____________________
* Gerbang Nirbaya adalah gerbang selatan keraton Yogyakarta, hanya dilewati oleh Sultan dalam kereta jenazah.

Reply