Jam Dinding

kadang kala tuhan mengejek kami lewat jarum jam dinding. taktaktak. tiktiktik. taktiktaktik. tak. tak. tapi kami selalu abai. kami lebih acuh pada detak dada kami sendiri. dada kami tanpa jarum, hanya detaknya lebih tajam dan nyaring. bunyinya mengganggu tidur kami yang sunyi. dingdongdungdeng, dangdingdungdong. pukul satu pukul dua pukul waktu memukul-mukul pantat kami. kami serba tergesa serba tergegas. gegas tidur, gegas makan, gegas berciuman, gegas bersepatu, gegas berangkat mengejar kalender harian. lalu gegas pulang memandangi lagi jam dinding di tembok kamar kami. masih dengan ejekan yang sama, kian membosankan saja. taktaktak. tiktiktik. taktiktaktik. tak. tak. lama-lama kami tak bisa lagi abai. sebab jam dinding itu telah menyandra kepala kami.

sementara di kamar yang lain, di dinding yang lain, ada yang sedang menyusun strategi.

Reply