Kotak Surat

kepala kami adalah kotak surat tempat kami menitipkan alamat rumah. kami terima pesan-pesan yang datang dari kerabat, dari sahabat, dari negara, dari kerajaan, di bumi, di langit, di gunung, di laut. sesekali kami terima seonggok flier, tawaran belanja harga diskon cuci gudang, cuci dompet, cuci uang. juga brosur-brosur promosi pijat kesehatan, jamu herbal penambah semangat, selebaran agama, anti-agama, kabar dari surga. semua masuk ke celah kepala kami, kotak surat kami.

kami terima sepucuk surat di kotak surat kepala kami itu, surat gelap sebab ia datang malam. kami telan surat itu lewat jalur nafas agar masuk ke rongga dada. kami ingat, surat gelap seperti ini hanya mata hati yang bisa membacanya. hingga pagi tiba, ada yang mengetuk pintu kepala kami. pak pos. “apakah benar ini nama anda? ini ada surat tanpa alamat jelas.” kami terpaku. kami selalu takut pada surat semacam itu. kotak surat kami memejamkan mata. pura-pura tak tahu ada tukang pos berdiri di depannya.

Reply