Upacara Bendera

angin agustus membawa bau kain lusuh itu, tersimpan lama di lemari kayu tua. kami tumbuh oleh sumpah-sumpah dan kisah-kisah keperwiraan, kecintaan kami pada tanah sawah tanah merah darah. kami tumbuh oleh putih garam keringat yang menguap oleh panas langit negeri kami. oleh dusta-dusta sejarah dan kebohongan orang tua kami. angin agustus sejak sore yang mendung kemarin hari, mengingatkan kami pada lapangan sekolah yang kering rumputnya, berdebu oleh derap kaki bersepatu atau tak bersepatu. betapa gagahnya cita-cita dan kebanggaan, betapa mahalnya membeli masa kini, memesan masa depan.

angin agustus membawa aroma jamur tropika di selembar bendera kami. merah putih itu, jiwa raga siapa, tumpah darah siapa, tanah air siapa. sedang anak-anak kami berseragam putih bersih, berbaris, berbanjar, bertegap langkah begitu gagahnya, menabik puncak tiang bendera di mana berkibar selembar kisah tua yang baunya terbang oleh angin agustus yang kecewa. dan anak-anak kami yang berseragam putih bersih menyanyikan lagu kejayaan itu, membayangkan indah sentosa tanah mereka, laut mereka, gunung mereka, gagah beraninya pahlawan mereka. sementara kami tak tahu lagi, dengan apa menyatakan cinta.

3 Replies

  1. nailuph Reply

    kerennn…
    tapi agak muter"…

  2. muridtelmi Reply

    sedih.

  3. diane_yuyie Reply

    Speechless nie baca karyanya… bagus dan mengena di hati ^_^

Reply