Aksara Jawa

HA. hu! zikir kami atas nafas-mu. meracut jiwa kami ke angkasa, meresapkan firman dari kepundan ubun ke lembah dada, ke hulu kalbu. NA. nun jauh di samudera tua, bahtera terkatung tergantung di benang cakrawala. sepanjang bentang sajak kami nama-nama-mu menasbih sepanjang tambang rami, sepanjang tembang kami. CA. cungkup cepuri kisah-kisah babad tanah kami kian pucat oleh debu, debris batuan purba yang meledak oleh sabda. RA. ruh kami kelana. raga kami kelonan di hangat dunia. oh, Rahvana yang hilang Shita oleh angkara Rama, tegakah kau cabut bulu kaki Kumbakarna agar bangun dari tidur sucinya? KA. kun. kata-kata kami mencipta kisah-kisah dan kitab-kitab di kulit lembu, kerut-kisut di kulit kami.

DA. duka-mu yang baka. TA. tanda-tanda yang engkau tebar di sepanjang jalan kami, tak selalu mampu kami taksir kami tafsir. SA. sapalah cahaya dingin di kening kami. siapa mencari siapa mendapati. WA. wahyu yang sembunyi sekian lama di dada kami sendiri. LA. lara duka menjadi tabir tawa. sepanjang intermezzo punakawan jenaka, kami teteskan airmata suka. lupa menjadi tabir luka, lari jadi penawar duri.

PA. puisi kami luluh melulu oleh tembang usang, pena kami lusuh oleh tinta berwarna bimbang. DHA. dhandhanggula yang manis, tempat kami selipkan kidung doa penggalah tuah, rapal mantra penolak tulah. dada kami mengiringinya dengan kendang jantung yang lihai, seruling nafas yang gemulai. JA. jukung tanpa cadik tanpa layar, mengambang-ambing di telaga yang jingga, membisu di apung danau senja. kami kayuh satu-satu dengan telapak tangan kami yang rapat. kami serukan di setiap jengkal laju jukung kami panggilan yang paling engkau kenali: jawa! jawa! jawa! JIWA! YA. Yama oh Yama, datanglah setiap malam melayang, singgahlah di teras rumah kami. akan kami nyalakan dilah kandil menemanimu berjaga, sebab Kala bisa menipu kokok jago sebelum mentari subuh mruput menjemput. NYA. nyawa kami kian kuyup. nyanyi kami kian sayup.

MA. menetas jiwa kami mula-mula. serupa larva mim di rahim jawa. GA. garba kami menyala. BA. babad sejarah kami membara. THA. tanpa tunggu tanpa nanti, kelak kami akan sampai pula ke ujung abjad. jiwa kami yang remaja, tumbuh dewasa menjadi jawa: sabda yang bercahaya. hingga NGA. ngung! nganga gerbang aksara berdengung, membuka jalan menuju kawung: kata yang suwung.

1 Reply

  1. Putri Sarinande Reply

    mo tanya :
    bukannya klo aksara jawa tuh berakhiran O semua? soalnya di cirebon juga pke hanacaraka —> berakhiran A
    itu yang saya tau.
    RIMA yang cantik, mbah…
    Jawa —> Gusti Pangeran,,,
    COCOK 🙂

Reply