Membuat Kota

siapkan selembar peta wajah bumi, lalu bacalah puisi di setiap kerut tanahnya. di sana kami membangun mesin dari lempengan rasa lapar. tiada pilihan lain kecuali menciptakan pilihan kami sendiri. lalu kami pun menetek pada pabrik-pabrik, pada zigzag jarum di mesin-mesin jahit, membordir mulut kami yang selalu sobek terbuka.

gambarlah garis-garis di mana bisa kau letakkan angka-angka. semua menari merayakan hasrat manusia. dan di hiruk-pikuk semacam itu kami teringat burung-burung dan pepohonan di sajak-sajak kami sebelum ini. di buku-buku, para penghitung laba, penggali bumi, juga para perambah tanah begitu gairah mencari cara membuat kota, mesin penggemuk juga pemangsa manusia. dan di wajah setiap kota kami, terpasang senyum pahit sakit hati.

sementara di pojok peta, kami lupa waktu. terlalu asyik merancang sebuah kota yang seluruh bangunannya terbuat dari sirih rambat, daun bayam, bambu jalar, dan kembang mawar.

Dimuat di Kompas edisi Minggu, 21 Desember 2008.

Reply