Menabuh Kamar

maka biarlah kami memudar bersama ketuk tiga yang rampak yang rancak. lalu kami menjelma menjadi nada-nada jejadian, pentatonik yang menggempa membara sepanas lava vulkan. kami menghentak meliuk meliat. melaut bersama badai tetabuhan di genderang kuping kami. maka biarlah malam melumer luluh dalam peluh dalam lenguh dalam keluh, sebab kamar kami telah terbakar api gending, mengasap oleh bedug bertalu-talu, berlalu-lalu.

maka biarlah ritma kami merapat mencepat. kami berlari berkejar-kejaran dengan mimpi dan igauan samar-samar. kami menari bersamba bertanggo berchachacha. kami mengabur, memudar dalam riuh-gemuruh tetamburan yang melelehkan kamar kami.

Reply