Bakteria Kota

kami jalani hidup kami dari satu tempat sampah ke tempat sampah yang lain. seperti menapaki anak tangga satu-satu. kami memulung di setiap celah dan relung, membongkar sisa-sisa harimu. kami korek kami daur menjadi makanan kami, jadi sarung jadi kain tapih lusuh penghangat tidur kami, jadi penutup mata kami yang basah setiap hari.

kami akrab dengan kuman dan bakteri, dengan limbah yang membusukkan diri. sebagai bakteri, kami mengurai sampah dan limbah kota, menyembunyikan bau busuknya. kami urai plastik dan kertas dan logam menjadi sayur-mayur dan beras apkir. kadang kami temukan karet sandal, kadang karet skandal. kadang-kadang kami temukan rahasia yang tercabik-cabik, atau sisa-sisa darah malu. kami tahu semua yang gelap bagimu.

kami adalah catatan harian kota ini. kami tahu setiap baris yang terhapus dari laporan resmi, setiap angka yang tergenang di lorong-lorong selokan, setiap perjanjian yang tersembunyi.

Dimuat di Kompas Minggu, 21 Juni 2009

2 Replies

  1. hafid alg Reply

    tentang kaum minoritas, yang sebenarnya mayoritas, karena tahu segala yang kita tidak tahu.

  2. jang anto putra Reply

    ini bercerita tentang para pemulung dan sampahnya, ,b a g u s .

Reply