Tuah Batu 1: Kecubung

ungu kecubung melunakkan kepala dan dada kami yang saling berseteru. seperti sirop kawista dingin di garang kemarau. kami haluskan segala amarah seperti kami redupkan cahaya neon yang silau kepada bias violet bunga kecubung. batu berwarna ungu ini menyimpan ribuan tahun desir angin, ribuan tahun angan-angan yang terkubur, ribuan tahun silsilah senyum dan tangisan. semakin tua semakin pekat ungunya, mungkin terlalu banyak sejarah kelam manusia terekam di sana, seperti bias ungu yang kian wulung, menghitam sedalam palung.

rotterdam/2010

Dimuat di Suara Merdeka Minggu, 05 Juni 2011
Dimuat di Koran Tempo Minggu, 12 Juni 2011

Reply