Tuah Batu 2: Zamrud

pendar hijau zamrud adalah degup jantung di dada kami. getarannya pengobat luka, luka jiwa luka raga. iramanya zikir pertobatan dari riak danau warna hijau lazuardi di pusat dada kami, lalu mengalir ke muara di sudut-sudut mata kami.

di butir batu ini segala rasa dititiskan, diperam ribuan tahun di jantung bumi, di dada ibu kami. lalu kami isap saripatinya, menjadi nyanyian suluk pengantar tidur kami. istighfar kami terhampar di padang rumput yang kini terbakar. zamrud hijau pengingat kami, agar menjaga debar jantung sendiri. sesabar pertiwi, bunda kami yang suci.

rotterdam/2010

Dimuat di Suara Merdeka Minggu, 05 Juni 2011
Dimuat di Koran Tempo Minggu, 12 Juni 2011

Reply