Tuah Batu 4: Safir

lalu di kedalaman biru langit-mu akar silsilah kami bersekutu dengan dewa-dewa dan malaikat. mengaji kitab semesta lalu menceritakannya kembali ke palung kalbu anak-cucu. biru yang dalam sedalam samudera sabda tertulis di kristal safir. rajah penggentar bagi dada yang ragu.

inilah gumpalan embun yang merangkum tujuh langit tujuh samudera, mengendapkan ayat-ayat semesta dalam saputan birunya yang tua: tempat semayam senyuman kanak-kanak dan tangisan orang-orang tua.

rotterdam/2010

Dimuat di Suara Merdeka Minggu, 05 Juni 2011
Dimuat di Koran Tempo Minggu, 12 Juni 2011

Reply