Petasan

anak-anak bermain petasan di halaman, di dapur, di kamar tidur. orang-orang tua mengelus dada. anjing dan kucing berlarian. tunggang-langgang. malam-malam menjadi episoda debar. rembulan menyeringai, seolah mengerti konspirasi di kepala para gergasi yang sembunyi di bayang rerimbunan dusta. adegan demi adengan terpapar di televisi, pengisi waktu pasca senja menggantikan sayup lagu permainan kanak-kanak yang hilang punah.

anak-anak belajar membuat petasan di tempat-tempat pengajian malam tanpa kubah. anak-anak manis yang berubah bengis oleh gula-gula pelena akal sehat (demikianlah sejauh sajak dapat mencatat). orang-orang tua belajar menangis dan rasa sesal, sementara anak-anak itu dalam diam menanam petasan-petasan mereka sambil menantikan hari perayaan tangis negeri di mana lolong para ibu menjadi paduan suara lagu kebangsaan yang lebih mudah diingat daripada Indonesia Raya.

Reply