Prambanan

kebisuan itu bukanlah makam atas ambisi tak sampai. kebisuan itu adalah monumen doa yang beku oleh kabut Merapi. pori-pori di kulit bebatuan gunung inilah lubang nafas kami yang selalu kami samarkan dalam hembusan sepoi ke kulit para turis yang mengeluhkan panas mentari tropika. sesekali kau mungkin rasakan usapan dingin hawa nafas Durga di selang-selingi tabuhan kenong kuda lumping di pelataran stasiun kereta wisata.

kebisuan ini adalah kebisingan yang tersembunyi di balik puzzle ribuan ruas batu gunung. begitu riuh oleh kisah darah dan kuasa, tanah yang ranum oleh panas lava gunung api kami yang setia mengerami telur semesta di bumi kami yang tua, yang jawa.

kebisuan kisah muslihat cinta sang dara Jonggrang dan pemuda yang mabuk lamunan. syairkah itu yang terpahat di sekeliling dinding rumah Durga, atau kidung sandi yang tak henti ditembangkan sang wiku yang tak mati-mati hingga kini?

 

 

Dimuat di Suara Merdeka Minggu, 10 Juni 2012

Reply