122. Semakin Asing dengan Puisi

tspHARUS aku akui, kini aku semakin merasa asing dengan puisi, o, Penyairku. Kata-kata yang bergerombol dalam kuplet-kuplet itu tampak begitu aneh dan artifisial. Apakah ini suatu kemunduran apakah ini kemajuan tidaklah jelas benar bagiku. Catatan ini pun semakin kering dan jauh dari kebijaksanaan seorang (bekas?) penyair yang menapaki usia kepala-abu-abu.

Dulu pernah kuyakini puisi takkan pernah pergi, bahwa puisi adalah nafas yang menghidupi jiwamu. Kini aku bahkan merasa asing dengan kata-kataku sendiri. Mungkin, Penyairku, inilah saatnya untuk diam sediam-diamnya. Ataukah sebaliknya?

Please follow and like us:

Reply