Ziarah Tanah

kami berkhidmat pada setiap remah tanah. mengais-ngais sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. berharap jumpa dengan sepetik lembaga meringkuk di telakup belah bebijian yang tidur, menanti musim basah datang membasuh. kami mencungkil, menugal, tanah kami yang lama lungka, retak oleh kemarau di dada kami. berharap pada irigasi yang pelit setengah mati, dan hujan yang geram menjarumi ladang dada kami.

di gempil tanah yang lama terlupa, kami mengaji ayat-ayat dalam bahasa yang tak dipahami oleh agama: bahasa ibu bumi dan bapa akasa.

tetapi selalu saja, setelah sekian lama

kami masih gagap mengeja.

 

1 sura 1947

Please follow and like us:

Reply