Catatan Februari

: istriku Rosalia Hening Wijayanti

malam-malam kita tak selalu sejuk oleh embun merapi
dan pagi kita tak selalu diawali dengan berkas cahaya di jendela
tapi setidaknya kita sepakat tentang kopi panas yang kita hirup
tiap pagi, sore atau malam; kopi bubuk instan, manis atau hitam

sekian jauh perjalanan, engkau makin mengerti perihal kita
dan aku kian bebal, berkutat dengan diri tanpa pernah usai
engkau kian mahir membaca gelagat cuaca
dan aku masih saja selalu gagal mengeja

mungkin aku terlalu percaya pada kuasa musim dan arus angin
sedangkan engkau beriman pada keringat dan gegas langkah
tapi setidaknya kita sama mengerti,
begitu banyak yang mesti kita pelajari

walau gegas kita tak selalu seiringan
walau jantung kita tak selalu sedegupan

 

Please follow and like us:

Reply