Category: S A J A K


Catatan Februari

: istriku Rosalia Hening Wijayanti malam-malam kita tak selalu sejuk oleh embun merapi dan pagi kita tak selalu diawali dengan berkas cahaya di jendela tapi setidaknya kita sepakat tentang kopi panas yang kita hirup tiap pagi, sore atau malam; kopi bubuk instan, manis atau hitam sekian jauh perjalanan, engkau makin mengerti perihal kita dan aku […]

Continue Reading

Ziarah Rumput

in memoriam Ki Slamet Gundono boneka rumput yang engkau hidupkan itu adalah masa kanak kami: wayang anyaman jerami dari sawah-sawah masa kecil kami betapa jerami rumpun padi, rumputan dari sawah ladang, bahkan tangkai daun ubi kayu, menjelma menjadi kisah jenaka punakawan, kisah para ksatria dan petuah para pandita. tembang para kawi menjelma kidung riang kanak-kanak […]

Continue Reading

Ziarah Langit

kami menjelma jadi elang jawa di pucuk Merapi, memanggil roh langit dalam gumpal mega mendung serupa payung songsong warna lembayung mengiring jiwa-jiwa yang agung. kami menjelma elang jawa di pucuk Merapi, mendaki awan segumpal demi segumpal, serupa gelung rambut di puncak kepala kami. seikal demi seikal serupa stupa candi. kami menjelma elang jawa di pucuk […]

Continue Reading

Tarian Sufi

mengapa kau gemar menelisik malam kalbu bila tuhan tak mukim dalam waktu? rahasia dalam lingkar kala berserak dalam kisah ringgit purwa lalu setiap bayangan menjelma menjadi kita pandawa-kurawa lebur dalam jagat dalam dada lalu siapa lagi yang engkau cari tiada henti sedangkan allah berpetak-umpet dalam hati? perjalananmu yang kau tempuh begitu jauh ke titik lingkaran […]

Continue Reading

Ziarah Tanah

kami berkhidmat pada setiap remah tanah. mengais-ngais sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. berharap jumpa dengan sepetik lembaga meringkuk di telakup belah bebijian yang tidur, menanti musim basah datang membasuh. kami mencungkil, menugal, tanah kami yang lama lungka, retak oleh kemarau di dada kami. berharap pada irigasi yang pelit setengah mati, dan hujan yang geram […]

Continue Reading

Keraton Baka

kami bertimpuh di hamparan puing, latar batu yang tercipta dari hati yang pedih dan air mata yang terperam dendam. gerbang-mu yang murung, menghitung senja demi senja bersama kicau burung penjaga bukit. puing-puing bergeming. angin menjadi hidup dan berjiwa. senja selalu terduduk bersama alunan gending megatruh, tak bertulang, lunglai dalam samadi pemunah dendam yang masih mengapi. […]

Continue Reading

Prambanan

kebisuan itu bukanlah makam atas ambisi tak sampai. kebisuan itu adalah monumen doa yang beku oleh kabut Merapi. pori-pori di kulit bebatuan gunung inilah lubang nafas kami yang selalu kami samarkan dalam hembusan sepoi ke kulit para turis yang mengeluhkan panas mentari tropika. sesekali kau mungkin rasakan usapan dingin hawa nafas Durga di selang-selingi tabuhan […]

Continue Reading