Category: S A J A K

Sajak-sajak teman yang dipersembahkan untuk TS Pinang


Perkawinan Puisi

bagi TSP @ H hanya ada kata dan kata terjalin dalam kalimat menuju paragraf memburu malam dalam lenguh lembu memburupagi pada jejang burung camar di pantai utara tangan kata berdekap dalam kalimat menyusuri jejak malam semakin ke dalam makin pualam kami di sini setia menghitung bintang-bintang berbasuh embun dari lelehan lenguh berpeluh dari jauh swaramu […]

Continue Reading

Sebuah Denah pada Sebuah Undangan Pernikahan

: teguh dan hening Dari Pekalongan, melintas rel kereta Lurus saja bila tak ingin ke terminal Dari berseorangan akhirnya engkau berdua Lurus. “Tapi jalan ini kan kian terjal..” Kulihat tiga simpang, tiga lampu lalu lintas Sebelum gedung di seberang rumah ibadah Kukira semula itu bimbang, yang sempat melintas Bukan, bukan, katamu, “lihat kami mulai langkah” […]

Continue Reading

Bercerita, Berirama, Berbicara

:TSP sajakmu bercerita, berirama… ketika ku mulai membacanya per kalimat dan aku terbata-bata pada setiap tanda jeda yang kau letakan di antara kata per kata, lalu terhenti di titik akhir bait ke baik berikutnya, coba memahami… sajakmu berirama, berbicara… ketika ku baca selembar sajak dari tumpukan koran basi di bawah meja dan aku kembali terbata-bata […]

Continue Reading

Jadi, dimanakah puisi?

Kepada TS Pinang punggung bukit itu dulu sunyi kini riuh suara langkah kaki, derai tawa, isak tangis, juga caci maki. kau telah memulainya. memangkas semak. menyingkap onak. menepikan duri menjadi jalan setapak. kita sama-sama mendaki dari kaki bukit selatan kau daki. dari kaki bukit utara ku susuri. lalu kita bertemu di simpang jalan ini. tapi […]

Continue Reading

Sajak ke Lain Hati

:kepada TSP Semenjak sajakmu tiba-tiba tumbuh serupa rumpun senyum di seberang jendela, aku selalu tak sabar menunggu pagi menjelang. Kubayangkan senyummu menerobos jendela dan membelai wajahku yang pasi. Aku akan terbangun penuh semangat seperti kemarin, memulung sampah dan serapah yang setiap malam terserak di kamar ini. Kan kusimpan dalam kantung karet yang terus menggembung, karena […]

Continue Reading

Seperti Dikenalnya

–TS Pinang /1/ JEJAKNYA dihapus gulma, padi sudah lama diketam. Ia ikuti jalan ke hutan. Berburu ketidakmungkinan. “Pak Petani. Boleh nanti kami pinjam sawahmu?” Bocah nunggu kemarau. Layangan besar, digambari bentuk-bentuk musykil, dan kata-kata berani. /2/ DI hutan, ia perhatikan daun keladi dan aglonema, juga kecipak ikan di kubangan hujan. Suara-suara percakapan hewan-hewan. Dan garis-garis […]

Continue Reading